Numpang PROMOSI usaha CETAK UNDANGAN saya :

CETAK UNDANGAN Unik, Exclusive dengan Harga Relatif MURAH Silahkan mampir ke Web saya :

11/26/2015

belajar Hadits2 pendek yuk

BELAJAR HADITS - HADITS PENDEK...

1. Hadits Keutamaan Senyum
تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ صَدَقَةٌ
Tabassumuka fii wajhi akhiika shadaqatun.

Senyum manismu dihadapan saudaramu adalah shadaqah (HR. Tirmidzi)

2. Hadits Perintah Saling Menyayangi
مَنْ لاَ يَرْحَمْ وَلاَ يُرْحَمْ
Man laa yarham laa yurham

Barangsiapa tidak menyayangi maka tidak disayangi (HR. Al Bukhari)

3. Hadits Menutup Aurat
اِنَّا نُهِيْنَا اَنْ نُرَى عَوْرَاتَنَا
Innaa naHiinaa an nuraa 'auraatanaa

Sesungguhnya kita dilarang menampakkan aurat kita (HR. Imam Ahmad)

4. Hadits Menahan Marah
إِذَا غَضَبَ اَحَدُكُمْ فَلْيَسْكُتْ
Idzaa ghadhaba ahadukum falyaskut

Jika di antara kalian marah maka hendaklah ia diam (HR Imam Ahmad)

5. Hadits Niat
إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ
Innamal a'maalu binniyyaati

Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya (HR. Bukhori-Muslim)

10/13/2015

KPR Bank Syariah Pasti Sesuai Syariah

KPR Bank Syariah Pasti Sesuai Syariah



Walaupun Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Syariah merupakan salah satu produk bank syariah yang sangat menguntungkan bagi masyarakat, namun kesempatan ini nampaknya belum dapat sepenuhnya dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat.
Hal ini terjadi karena masih adanya anggapan dan pengertian yang keliru dari sebagian masyarakat yang belum memahami dengan jelas tentang KPR bank syariah.
Berikut beberapa pendapat dikalangan masyarakat yang kiranya perlu diluruskan:

Pendapat 1: KPR bank syariah seperti pinjaman KPR di bank konvensional yang mensyaratkan tambahan saat pengembaliannya sehingga menjadi tergolong riba.
Jawab: Tidak benar.

7/29/2015

generasi HOME SERVICE | penting, Baca!!!

:: MEMBASMI GENERASI “HOME SERVICE” ::

Apa itu generasi “HOME SERVICE?” Generasi “HOME SERVICE” adalah generasi yang selalu minta dilayani. Ini terjadi pada anak-anak yang hidupnya selalu dilayani oleh orangtuanya atau orang yang membantunya. Mulai dari lahir mereka sudah diurus oleh pembantu, atau yang punya kekayaan berlebih diasuh oleh Babysitter yang setiap 24 jam siap di samping sang anak. Kemana-mana anak diikuti oleh babysitter. Bahkan sampai umur 9 tahun saja ada Babysitter yang masih mengurus keperluan si anak karena orangtuanya sibuk bekerja. Anak tidak dibiarkan mencari solusi sendiri. Contoh kecil saja, membuka bungus permen yang akan dimakan anak. Karena terbiasa ada babysitter atau ART, anak dengan mudahnya menyuruh mereka membukakan bungkusnya. Tidak mau bersusah payah berusaha lebih dulu atau mencari gunting misalnya. 

Contoh lain memakai kaus kaki dan sepatu. Karena tak sabar melihat anak mencoba memakai sepatunya sendiri maka orang dewasa yang di sekitarnya buru-buku memakaikan kepada anak. Saat anak sudah bisa makan sendiri, orangtua juga seringkali masih menyuapi karena berpikir jika tidak disuapi makannya akan lama dan malah tidak dimakan. Padahal jika anak dibiarkan tidak makan, maka anak tidak akan pernah merasa apa namanya lapar. Dan saat lapar datang seorang anak secara otomatis akan memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Bagaimana dia akan belajar makan sendiri jika dia tidak pernah merasakan apa itu namanya lapar? Bagaimana dia akan belajar membuat minuman sendiri jika dengan hanya memanggil ART atau babysitter atau orangtuanya saja minuman itu akan datang sendiri kepadanya. 

Saya mengutip perkataan seorang Psikolog dari Stanford University, Carol Dweck, beliau menulis temuan dari eksperimennya dalam buku The New Psychology of Success, , “Hadiah terpenting dan terindah dari orangtua pada anak-anaknya adalah tantangan”. Tapi beranikah semua orangtua memberikan hadiah itu pada anak? Faktanya saat ini banyak orangtua yang ingin segera menyelesaikan dan mengambil alih masalah anak, bukan memberikan tantangan. Saat anak bertengkar dengan temannya karena berebut mainan, orangtua malah memarahi teman anaknya itu dan membela sang anak. Ada pula yang langsung membawanya pulang dan bilang, ”udah nanti Ibu belikan mainan seperti itu yang lebih bagus dari yang punya temanmu..gak usah nangis”. 

Padahal Ibu tersebut bisa mengatakan, “Oh kamu ingin mainan seperti yang punya temanmu ya? Gak usah merebutnya sayang… kita nabung dulu ya nanti kalau uangnya sudah cukup kita akan sama-sama ke toko mainan membeli mainan yang seperti itu”. Kira-kira bagaimana jika Ibu mengatakan demikian? Ada tantangan yang diberikan pada anak bahwa untuk mendapatkan sesuatu yang dia ianginkan maka dia harus berusaha untuk menabung dulu. Tidak lantas mengambil alih bahwa everything oke…ada Ibu dan ayah disini yang akan mengatasi segala masalahmu nak. 

Dalam keseharian Generasi “HOME SERVICE “ semua pekerjaan rumah tangga tak pernah melibatkan anak. Saat anak membuat kamarnya berantakan langsung memanggil asisten untuk segera merapihkan kembali. Anak menumpahkan air di lantai, di lap sendiri oleh Ibunya. Anak membuang sampah sembarangan, dibiarkan saja menunggu ART menyapu nanti. Dalam hal belajar saat anak sulit belajar, orangtua telpon guru les untuk privat di rumah. Dalam hal bersosialisasi saat anaknya nabrak orang sampai mati di jalan karena harusnya belum punya SIM malah sudah bawa kendaraan sendiri. Orangtuanya langsung menyuap polisi agar anaknya tidak diperkarakan dan dipenjarakan. Beres kan…hidup ini tidak susah nak…selama orangtuamu ada di sampingmu. Iya kalau orangtuanya kaya terus…iya kalau orangtuanya hidup terus…semua kan tak pernah bisa kita duga. Generasi inilah yang nantinya akan melahirkan orang dewasa yang tidak bertanggungjawab. Badannya dewasa tapi pikirannya selalu anak-anak, karena tak pernah bisa memutuskan sesuatu yang terbaik buat dirinya. Mau gimana lagi? Memang dididiknya begitu…Sekolah yang carikan orangtua. Jodoh yang carikan orangtua. Rumah yang belikan orangtua, Kendaraan yang belikan juga orangtua. Giliran punya cucu yang mengasuh dan jadi pembantu di rumahnya juga ya si orangtuanya. Kasian banget ya…sudah modalin banyak ternyata orangtua tipe begini hanya akan berakhir jadi kacung di rumah anaknya sendiri. Maaf kalau saya menggunakan istilah ‘kacung” karena saya betul-betul prihatin kepada orangtua yang terlalu menjadi pelindung bagi anaknya, bahkan nanti buat cucunya juga. Kapan bisa mandirinya tuh anak.

Sahabat Nabi Ali Bin ABi Thalib RA sudah memberikan panduan dalam mendidik anak : “Ajaklah anak bermain pada tujuh tahun pertama, disiplinkanlah anak pada tujuh tahun kedua dan bersahabatlah pada anak usia tujuh tahun ketiga.” Jadi anak umur 7 tahun ke bawah memang dididik sambil bermain. Berikan tanggungjawab pada mereka meski masih harus didampingi seperti misalnya mandi sendiri, membereskan mainan, makan sendiri, membuang sampah dll. Untuk anak usia 7 sd 14 tahun mulailah mendisiplinkannya. Misalnya menyuruhnya shalat tepat waktu, belajar berpuasa, mengerjakan PR sepulang sekolah, menyiapkan buku untuk esok pagi, membantu mencuci piring yang kotor, menyapu halaman rumah dll. Apabila anak umur 7 sd 14 tahun itu tidak melakukan kewajibannya maka perlu diingatkan agar dia menjadi terbiasa dan disiplin. 

Untuk anak usia 14 sd 21 tahun maka orangtua harusnya bisa bersikap sebagai sahabat atau teman akrab. Orang tua perlu menolong anak untuk belajar bagaimana menggunakan waktunya, dan mengajari anak tentang skala prioritas. Dalam hal ini terkadang orangtua sering merasa kasihan. Karena semakin besar usia anak, maka semakin sibuk dia dengan kegiatan akademiknya. Anak ikut les ini dan itu, kegiatan ekstrakulikuler yang menyita waktu, kerja kelompok dll. Merasa anaknya tidak punya waktu, lalu orang tua, membebaskan anak dari pekerjaan rumah tangga. Padahal skill yang terpenting dalam kehidupan itu bukan hanya dari sisi akademik saja tapi bagaimana dia menghadapi rutinitas yang ada dengan segala keterbatasan waktunya. 

Anda yang sudah menjadi orangtua pasti merasakan bagaimana seorang Ibu harus membagi waktunya yang hanya 24 jam itu untuk bisa mengelola sebuah rumah tangga. Pekerjaan yang tiada habisnya. Pekerjaan mencuci baju, menyetrika, membereskan rumah mungkin bisa minta orang lain melakukannya. Memasak juga bisa membeli yang sudah jadi, tapi jam mengasuh anak tidak ada habisnya bukan? Apalagi jika di rumah tidak ada asisten karena sekarang ART semakin langka, jika pun ada gajinya minta selangit. Belum lagi banyak ketidakcocokkan. Udah bayar mahal, ngeyel, minta banyak libur, gak rapih juga kerjanya. Bikin emosi jiwa saja ya ? He..he…he…

Karena itu sebelum anda menjadi depresi sendirian, maka libatkanlah anak anak dalam pekerjaan rumah tangga. Saya pernah membaca sebuah artikel yang meliput tentang sebuah keluarga di Indonesia yang punya 11 anak tanpa ART dan sering traveling ke luar negeri. Manajemen keluarganya TOP banget deh, dan kuncinya mereka melibatkan semua anaknya untuk ambil bagian dalam berbagai pekerjaan rumah tangga. Ada yang bertugas sebagai koki, menyetrika, mencuci, mengepel dll. Kompak banget deh. Asyik kan bisa memberdayakan sebuah keluarga seperti itu. Tidak ada yang meminta dilayani. Semua punya tugas dan tanggungjawab sendiri-sendiri. Saya yakin ke 11 anak mereka kelak akan menjadi orang dewasa yang bertanggungjawab, sukses dan mandiri.

Oh ya selain melibatkan anak-anak , faktor terpenting dalam meniadakan GENERASI “HOME SERVICE “ adalah peran ayah dalam mengerjakan perkerjaan rumah tangga. Di Indonesia masih banyak suami yang tidak mau terlibat dalam pekerjaan rumah tangga. Seakan-akan pekerjaan rumah tangga seperti mencuci, menyetrika, mengepel dll itu adalah aib buat seorang suami. Padahal menurut hasil penelitian, keikutsertaan para suami atau ayah dalam pekerjaan rumah tangga, berpengaruh positif terhadap keutuhan dan keharmonisan keluarga loh. Berbagi pekerjaan dalam rumah tangga antara suami dan istri tidaklah perlu dibuat jobdesknya secara tertulis, tetapi buatlah semuanya sesuai dengan kesempatan yang mereka punya. Karena jika dibuat jobdesk bisa membuat pertengkaran apabila salah satu ada yang abai menyelesaikan pekerjaannya dan yang lain tidak mau mengerjakan karena merasa itu bukan tugasnya. Ayah yang menjadi contoh mengerjakan pekerjaan rumah tangga juga akan menjadi teladan langsung bagi anak laki-lakinya bahwa pekerjaan rumah tangga itu tak mengapa dilakukan seorang laki-laki. 

Peran serta ayah dalam membantu pekerjaan rumah tangga ternyata berdampak positif pada hubungan antara anak dengan ayahnya. Rata-rata ayah yang terbiasa melakukan perkerjaan rumah tangga terbukti sangat dekat dengan anaknya. Jika antara ayah dan anak sudah dekat maka hubungan suami dan istri pun akan semakin harmonis. Pengalaman pribadi nih, suami saya suka sekali membacakan buku buat anak kami sebelum tidur. Itu membuat kedekatan emosi diantara keduanya terjalin sangat dalam. Anak saya tak pernah berhenti memuja ayahnya. Ternyata hal itu membuat saya makin mencintai suami karena dia memang sosok yang baik, apalagi dia juga memang tidak segan membantu pekerjaan rumah tanpa saya memintanya. Buat saya, suami yang mau melakukan pekerjaan rumah tangga itu lebih macho dan ganteng dari actor sekaliber Brad Pitt atau Jason Stanham dari Holywood. Betul gak?? 

Jadi sudah siapkah keluarga anda meniadakan GENERASI “HOME SERVICE?” Yuk kita sama sama mulai dari sekarang demi kebaikan dan masa depan anak-anak kelak. 

(Penulis: Deassy Marlia Destiani) 

7/20/2015

Download Kalender 2016 plus Libur Nasional Corel Vector GRATIS

Untuk teman-teman designer yang tidak ada waktu untuk mendesign Kalender 2016 plus Libur Nasional, mungkin saya bisa membantu.
Silahkan download Desain
Kalender 2016 plus Libur Nasional dalam bentuk Vector format COREL DRAW X4 berikut ini :
Download Kalender 2016 GRATIS undanganX corel vector
Semoga bermanfaat ya.*

Sponsor :


Untuk update Libur Nasional 2016, silahkan cek lagi pada Kalendernya ya :
Update terakhir Libur Nasional 2016 dari Pemerintah :

Berikut adalah jadwal libur nasional 2016:
  • 1 Januari: Tahun baru 2016
  • 8 Februari: Tahun baru Imlek 2567
  • 9 Maret: Hari Raya Nyepi
  • 25 Maret: Wafat Isa Almasih
  • 1 Mei: Hari Buruh Internasional
  • 5 Mei: Kenaikan Yesus Kristus
  • 6 Mei: Isra Miraj Nabi Muhammad SAW
  • 22 Mei: Hari Raya Waisak
  • 6 dan 7 Juli: Hari Raya Idul Fitri 1437 H
  • 17 Agustus: Hari Kemerdekaan RI
  • 12 September: Hari Raya Idul Adha 1437 H
  • 2 Oktober: Tahun Baru Islam 1438 H 
  • 12 Desember: Maulid Nabi Muhammad
    25 Desember: Hari Raya Natal
Adapun jadwal cuti bersama adalah:
  • 4, 5, dan 8 Juli: Hari Raya Idul Fitri 1437 H
  • 26 Desember: Hari Raya Natal

6/01/2015

Jual Rumah Baru di Perumahan Bukit Rivaria Depok

Kali ini saya mau Jual Rumah milik Sodara saya, Letaknya di Sawangan - Depok. Tepatnya di Perumahan Bukit Rivaria Depok. Lokasi strategis pas banget depan nya Sport Center Rivaria, adanya di Hoek (perempatan). Lengkapnya :

  • Rumah Baru, 2 Lantai
  • Luas Tanah 150m² (10x15m)
  • Luas Bangunan 142m²
  • Posisi di Hoek (perempatan), Dekat Sport Center dan Jalan Utama
  • Jumlah Kamar : 4 (empat) Kamar Tidur & 1 (satu) Kamar Pembantu
  • Kamar Mandi : 3 (tiga) Kamar Mandi, termasuk 1 (satu) di Kamar Utama dan 1 (satu) Kamar Pembantu
  • Ruang Lain : 1 (satu) Balcon, Ruang Makan Keluarga & Dapur
  • Ruang Luar : 1 (satu) Carport dan Halaman Taman
  • Surat-surat : SHM, IMB (Agustus 2014)
  • Listrik : PLN 2200w
  • Air : Jet Pump
  • Lokasi : Di dalam perumahan yang Exclusive daerah Sawangan - Depok
  • Harga : Rp.1.495.000.000,~ (nego dikit boleh bagi yang serius)
  • Hubungi/SMS/WA : Pak H. Kris (0817-6-443311) atau Bani (0818-13-7716)
Foto nya :

3/17/2015

Cara memakai dan set tanggal CCTV DN-B01 hemisphere card camcorder cameras

Baru beli CCTV DN-B01 hemisphere card camcorder cameras, tapi gak ada CD atau user manualnya, bingung pas setting tanggal nya, pas nyari-nyari di google akhirnya ketemua juga di web ini. Alhamdulillah.

Nah tapi disitu dijelaskan kalo mau setting tanggal harus pakai CD, sedangkan saya gak punya CD drivernya, maka saya coba manual akhirnya bisa, jadi berikut ini tips dan cara set tanggal yang saya kopi paste dan saya revisi sedikit dari web ini.

Ada beberapa tips dalam penggunaan atau pengoperasian Kamera CCTV Daniu DN-B01, disini saya bagi dalam beberapa kelompok ;
  1. Cara Pakai CCTV Merk DANIU DN-B01
  2. Cara Melihat Hasil Rekaman CCTV
  3. Cara Setting Tanggal Rekaman

8/15/2014

yang MAU NIKAH SAJA boleh MASUK

http://kaywa.me/lIjK2
Boleh lihat-lihat di website
Boleh minta Pin BB, No.HP, Watsap juga ada.

Popular Posts