4 Imam Madzhab Panahan

Alhamdulillah, saat ini saya sudah mulai belajar memanah. Dan panahan yang saya pilih adalah panah Horsebow atau panahan berkuda atau bisa disebut juga panah tradisional.
Mengapa saya memilih panahan horsebow?
Pertama, pada zaman Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wasalam hanya ada panah tradisional, tidak ada panahan modern.
Kedua, panahan horsebow sangat mengandalkan keahlian dan ketangkasan pemanahnya, karena panahan ini semacam panahan manual, bukan panah matic, hehehe..
Ketiga, harganya lebih murah bahkan bisa bikin sendiri dirumah :)

Sebelum lebih lanjut mempelajari teknik memanah, ini ada pengantar yang sebaiknya diketahui oleh seorang pemanah, yaitu tentang 4 Imam Madzhab Panahan. Tulisan ini ditulis oleh Irvan Pani - Ketua KPBI (Komunitas Panahan Berkuda Indonesia)

Silahkan dibaca dulu ya.

By Irvan Pani - Ketua KPBI (Komunitas Panahan Berkuda Indonesia)

Abu Hashim Al Mawardi (wafat paruh pertama abad ke-8)

Beliau berasal dari Khorasan, berpostur tinggi, tungkai2 panjang, rentang tangan panjang, leher panjang. Mazhab panahannya seperti panahan Persia Sasaniyah dan berbasis panahan infantri dan menembak jarak jauh. Diriwayatkan bahwa beliau mempelajari panahan langsung dari sahabat Sa'ad bin Abi Waqqash Radhiyallahu'anhu.

Thahir Al Balkhi (wafat paruh kedua abad ke-8)

Beliau berasal dari Kota Balkh di Khorasan, berpostur pendek, tungkai2 pendek, rentang tangan pendek, tangan gempal, leher pendek, jenggot panjang. Mazhabnya adalah panahan Khorasan yang merupakan perpaduan panahan Arab dan Persia, berbasis panahan berkuda dan panahan infantri. Diriwayatkan bahwa beliau mendapatkan ilmu panahan dari seorang putri sahabat Sa'ad bin Abi Waqqash Radhiyallahu'anhu.

Ishaq Ar Raqqi (wafat paruh pertama abad ke-9)

Beliau berasal dari Kota Raqqah di Irak utara yang pernah menjadi ibukota Khalifah Abbasiyah, Harun Ar Rasyid. Berpostur sedang. Mazhabnya adalah hasil pengembangan panahan Abbasiyah yang mengambil jalan pertengahan antara Mazhab Abu Hashim dan Mazhab Thahir. Diriwayatkan bahwa beliau mempelajari panahan dari Abu Hashim Al Mawardi.

Abdurrahman Ath Thabari (wafat paruh kedua abad ke-9)

Beliau berasal dari wilayah Thabaristan di utara Persia. Beliau seorang keturunan Arab yang nenek moyangnya hijrah ke Thabaristan. Beliau berkelana menuntut ilmu panahan di Irak dan Khorasan. Mazhabnya disebut Mazhab Ikhtiyariyah (pilihan), karena menggunakan pendekatan memadukan teknik-teknik Mazhab Abu Hashim, Thahir, dan Ishaq, kemudian memilih elemen-elemen teknik yang paling cocok bagi diri seseorang berdasarkan postur tubuh dan kebutuhan-kebutuhan lainnya. Diriwayatkan bahwa beliau mempelajari panahan dari putra-putra Abu Hashim.

Merupakan suatu adab para pemanah muslim semenjak zaman dahulu, bahwa ketika hendak berlatih atau memulai kegiatan memanah, setelah bersalawat pada Nabi, mereka turut mendoakan para pemanah dari kalangan sahabat: Sa'ad bin Abi Waqqash, Abu Thalhah Al Anshari, Qatadah bin An Nu'man, Uqbah bin Amir Al Juhani, dsb... dan juga turut mendoakan para imam panahan tersebut, serta para mujahidin dan syuhada' dari kalangan pemanah.
Previous
Next Post »